Kendala
utama yang sering dialamai oleh siswa saat belajar adalah jenuh karena
kegiatan yang sama dan diulang-ulang sehingga memunculkan sikap malas
dan bahkan tidak mau lagi mencoba. Misalnya, terkadang kita
akan merasa bosan dan jenuh ketika sudah berusaha memecahkan suatu soal
Matematika, namun tidak kunjung dapat dipecahkan. Hal itu sebenarnya
wajar saja, karena pasti setiap orang pernah merasakan jenuh bila
kesuitan menemukan solusi dari masalahnya. Namun hal ini tidak dapat
dibiarkan berlarut-larut, karena resiko paling besar adalah munculnya
sikap antipati atau tidak suka terhadap materi pelajaran atau guru yang
mengajar. Wah, jika hal ini sudah terjadi rasa malas dan perilaku negatif lainnya akan mucul tidak terbendung, gawat khan?
Sebenarnya
dalam kamus seorang pelajar, tidak ada pelajaran yang tidak disukai,
asalkan selalu berusaha memahami pelajaran tersebut, karena intinya
belajar itu sifatnya menyeluruh, ia berasal dari keingintahuan diri.
Banyak faktor kenapa mata pelajaran tertentu disukai dan kenapa
pelajaran lain tidak disukai, banyak pelajar yang mahir dalam matematika
namun jeblok nilainya di bidang Seni Budaya atau bahasa.
Diantara faktor yang menyebabkan suka atau tidak suka pelajaran tertentu antara lain: Bawaan
individu secara mental. Pengaruh dominasi otak kiri dan kanan
berpengaruh sebenarnya pada gaya berfikir dan belajar pelajar. Siswa
yang lebih dominan menggunakan otak kirinya kecenderungan menyukai ilmu
hitung dan analogi akan sangat tinggi, tetapi ia agak lemah pada ilmu
bahasa dan seni sebagaimana pelajar yang cenderung dominan menggunakan
otak kanannya. Namun, teori ppsikologi ini masih bisa dikembangkan,
kaena saat ini kemampuan otak bisa dilatih koq.
Orang yang terbiasa dominan menggunakan otak kiri dapat melatih
menggunakan otak kanan dengan belajar seni dan sebaliknya. Faktor
keturunan (genetis) juga termasuk berperan penting lho
seseorang lebih dominan pada mata pelajaran tertentu atau tidak,
meskipun faktor ini cukup berperan, namun tak ada salahnya mencoba
kemampuan diri dengan menemukan hal-hal baru di sekitar kita. Faktor
bawaan juga dipengaruhi oleh image atau pemahaman akan konsep diri yang salah, misalnya mengklaim (tanpa mikir) Fisika adalah pelajaran tersulit di dunia atau, semua guru Bahasa Inggris membosankan. Wah, ini sangat berbahaya jika diteruskan.
Bawaan
lingkungan. Lingkungan berpengaruh besar terhadap cara berfikir dan
belajar seseorang. Seseorang yang terbiasa dengan budaya belajar, suka
mengeksplorasi banyak hal mengenai pengetahuan dan menghargai ilmu
pengetahuan tentu saja akan menyukai belajar, dan sebaliknya mereka yang
berasal dari lingkungan yang terbiasa ‘mengabaikan’ belajar dan
menuntut ilmu tentu saja memiliki motivasi yang kurang dalam menyukai
belajar. Faktor lingkungan yang berpengaruh juga seperti guru yang
kurang menyenangkan atau biasa dikenal killer (misalnya
kurang ramah, kaku, egois, kurang memperhatikan siswa, dan
sebagainya), suasana belajar di kelas yang tidak kondusif, tidak
memiliki pengetahuan dasar,
Tentu
saja, segala faktor negatif yang terkait dengan faktor bawaan dan
lingkungan harus diimbangi dan diatasi segera, agar segala potensi kita
yang sebenarnya melimpah ruah ini tersalurkan dengan tepat. Dibawah ini
penulis akan menguraikan beberapa cara agar bisa menyukai suatu
pelajaran;
Memulai segala sesuatu dengan niat
“Segala amal tergantung niat” kata kata tersebut sebenarnya mengajak agar kita harus
mengawali sesuatu dengan niat yang baik, niat bisa diartikan tujuan..
Karena apa saja yang dimulai dengan niat yang baik pasti hasilnya akan
baik seperti yang diharapkan di bandingkan dengan memulainya tanpa niat
atau dengan tergesa-gesa. Belajar bukanlah persoalan menjadi terkenal
karena dianggap ‘jago’ atau untuk mengharapkan nilai yang tinggi.
Hendaknya seorang pelajar meyakini secara sadar bahwa belajar itu
terjadi secara sadar, dan ia muncul dari dalam diri sendiri, bukan
karena orang lain.
Berusaha untuk mencintai guru
Cara
efektif dan tepat agar bisa mencintai suatu pelajaran paling utama
setelah niat yang luurs adalah dengan menyukai guru mata pelajaran yang
bersangkutan. Karena apabila kita telah menyukai guru tersebut maka
secara tidak langsung pelajaran yang di ajarkan guru tersebut juga akan
di sukai.Tapi
bagaimana jika sulit sekali menyukainya? Tentu saja jalan keluarnya
dengan menghilangkan prasangka buruk kepada guru tersebut.
Berusaha menemukan hal-hal yang menyenangkan atau sisi positif dari guru tersebut, berusaha mendengarkan guru saat sedang berbicara, menghindari sikap merendahkan guru apabila tidak bisa menerangkan pelajaran seperti yang di inginkan serta berusaha mendekatinya dan menemukan waktu yang tepat untuk memahami dirinya dan pelajaran yang diajarkannya.
Berusaha menemukan hal-hal yang menyenangkan atau sisi positif dari guru tersebut, berusaha mendengarkan guru saat sedang berbicara, menghindari sikap merendahkan guru apabila tidak bisa menerangkan pelajaran seperti yang di inginkan serta berusaha mendekatinya dan menemukan waktu yang tepat untuk memahami dirinya dan pelajaran yang diajarkannya.
Bila
belum juga manjur juga, kembalilah pada hatimu, dengan mempercayai
bahwa setiap guru itu tidak pernah bermaksud buruk kepada muridnya, sama
halnya dengan orang tua. Karena seorang guru memiliki hati yang mulia,
hal itu bisa di buktikan dengan pengorbanan yang mereka lakukan
lakukan setiap saat, bahkan tanpa kita sadari, Selalu mempersiapkan segala sesuatu sebelum belajar
Tips
selanjutnya adalah mempersiapkan segala sesuatu yang akan di perlukan
saat belajar. Jika semua persiapan telah lengkap pasti akan mendorong
keinginan untuk belajar, perlengkapan tidak lengkap menjadi pemicu
seseorang bisa tidak menyukai suatu pelajaran dan juga menjadi alasan
untuk tidak belajar. Bila segala perlengkapan telah lengkap maka hal itu
akan membuat seseorang terdorong untuk menjawab segala macam soal yang
diberikan oleh seorang guru. Guru pun akan menjadi lebih bersemangat
untuk menerangkan pelajaran jika siswanya telah siap untuk belajar.
Katakan bahwa ‘saya akan menyenangi mata pelajaran ini’
Tak kenal maka tak cinta,
pepatah lama yang bernilai ini mengajarkan kita untuk memngenali
kemudian akan timbul rasa cinta, hal ini berlaku pula bagi mata
pelajaran bahkan juga guru yang mengajarkannya. Apabila seseorang telah
menyenangi pelajaran itu hal itu akan memudahkan untuk keluarnya suatu
ide. Cara mengenalnya tentu saja terlabih dahulu mengetahui manfaatnya,
tentu saja Albert Einstein mengetahui kegunaan matematika dasar untuk
menemukan rumus E=MC²,
atau kita juga akan mengetahui kegunaan rumus kecepatan adalah jarak
dibagi waktu, jika kita tidak mencoba memperkirakan berapa jarak antara
kota Padang dan Bukittinggi? Nah, dengan demikian kita tetap berfikiran terpelajar dengan menghargai bahwa semua ilmu itu berguna.
Tingkatkan rasa keingintahuan
Jika
ingin memahami sesuatu tentu saja rsa ingin tahu (curiosity) yang
dimiliki harus ditingkatkan levelnya. Rasa penasaran dan mencoba mencari
tantangan untuk mengetahuinya adalah hal yang sangat penting. Seperti
menginginkan sesuatu dan segera ingin memilikinya.
Mengulang pelajaran
Dengan
cara mengulang pelajaran kembali dirumah pasti pada saat guru
menerangankan akan tersimpan dipikiran. Dan akan membuat lebih mudah
pada saat di beri ulangan harian. Dan dengan cara itu semua pasti
hasilnya akan lebih baik dan bisa menjadi kunci kesuksesan.
Temukan
teman yang mengajakmu lebih mengenai mata pelajaran yang tidak
disukai. Karena jika memaksakan diri menemukan solusi dengan keterbatsan
kemampuan akan beresiko salah pemahaman atau semakin memunculkan rasa
tidak suka. Maka temukan dan dekati mereka yang mahir dengan pelajaran
tersebut, termasuk guru kamu.
Nah, cara-cara
dapat diuji bagi pelajar yang sedang mengalami msa-masa sulit dengan
mata pelajaran tertentu. Bagi seorang pelajar terus belajar dan mencoba
sesuatu meskipun tidak disenangi asalkan bermanfaat, sama sekali tidak
akan merugikan., bahkan erkadang pelajaran yang tidak disukai itu akan
menjadi sesuatu yang penting suatu saat nanti ^^
Selamat Mencoba !!
Selamat Mencoba !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar